Sunday, April 20, 2014

Cerpen Idung

Idungerss....
Gue isen bikin cerpen misteri.. baca yak. walaupun kata temen temen gue sereman film Dora ketimbang cerpen gue -_-

 cekidiw!!!

LINKA

SMA Bhakti  Mulya adalah sekolah yang sangat hebat di masanya. Sekolah ber arsitektur Belanda kuno ini mencapai  masa jaya nya pada tahun 1978. Namun masa jaya sekolah ini tidak bertahan cukup lama. Pristiwa kebakaran besar di sekolah ini pada tahun 1979 membuat nama Bhakti Mulya menjadi terbilang angker di mata masyarakat setempat dan menjadi sedikit peminatnya. Penyebab kebakaran itu pun masih misterius sampai sekarang. Banyak desas desus yang  yang mengalir tentang penyebab kebakaran sekolah ini. Ada yang mengatakan kebakaran itu terjadi karena konsleting listrik hingga ada yang mengatakan bahwa  ada beberapa oknum yang sengaja membakar sekolah tersebut karena tidak suka dengan kejayaan  SMA Bhakti Mulya. Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu SMA Bhakti Mulya mampu menemukan kejayaannya kembali, walaupun masih banyak orang sekitar yang tidak ingin sekolah di sana karena peristiwa kebakaran tersebut.
***
33 Tahun kemudian
            Linka adalah seorang gadis cantik yang berumur 15 tahun. Linka adalah anak tunggal di keluarga nya. Di kehidupannya, Linka hidup bersama mamanya. Ya, Linka adalah anak yatim. Papa Linka meninggal di saat Linka kecil, namun anehnya setiap Linka bertanya kepada mamanya tentang kematian papanya mama Linka pun tidak pernah menjawab dan terkadang langsung mengalihkan pembicaraan. Walaupun Linka biasa dengan hal tesebut, namun sesungguhnya rasa penasaran yang sangat besar ada di dalam hatinya.
            Tahun ini Linka sudah ingin memasuki jenjang SMA. Linka senang sekali karena ia tidak sabar ingin memakai seragam putih abu-abu namun di sisi yang lain, hati Linka pun masih gundah dengan penyebab kematian papanya.
            “Linka!” mama Linka menepuk pundak Linka dan membuat Linka kaget. “Kenapa kamu melamun seperti itu?” tanya mama kepada Linka.
            “Ma, tidak kok ma, Linka hanya..” jawab Linka ragu.
            “Hanya apa Lin? Apa kamu ada masalah? Cerita saja pada mama” jawab mama Linka.
            “Emmm, sebenarnya Linka masih penasaran ma dengan papa” Linka menjawab pertanyaan mamanya dengan ragu-ragu.
            Mama Linka pun terdiam sejenak “Sudahlah, tidak ada yang perlu kamu pikirkan tentang papa. Biarkanlah, karena mama yakin papa sudah tenang di alam sana”
            “Iya ma Linka tau kok” Linka pun sudah menyadari bahwa mamanya tidak akan menanggapi rasa penasarannya.
            “Oh iya, apakah kamu sudah ada sekolah tujuan Lin?” tanya mama.
            “Belum ma, Linka binggung. Aku saja masih takut dengan nilai-nilai ku besok” jawab Linka.
            “Oalah, jangan takut Lin, yang terpening kan kita sudah berusaha keras agar nilai mu baik. Oh iya, kamu mau tidak masuk SMA Bhakti Mulya?” mama bertanya kepada Linka dengan semangat.
            “Hah, SMA itu kan seram ma” jawab Linka
            “Halah, tidak kok, itu hanya gosip saja. Lagi pula sekolah itu kan bagus, dan setau mama tahun kemarin angka kelulusan nya 100%” jawab mama kepada Linka.
            Linka binggung harus menjawab apa lagi “ya terserah mama deh, bila mama yakin itu yang terbaik untuk Linka kenapa tidak?” jawab Linka ragu-ragu.
            “Iya Lin, percaya deh pasti kamu akan suka dan mendapat prestasi di sana” jawab mama semangat.
            Linka binggung, tidak seperti biasanya mama semangat seperti itu tentang masalah sekolah “Iya ma, itu juga kalau nilai Linka cukup untuk masuk ke sana” jawab Linka
            “Pasti cukup Lin! Jangan pepsimis seperti itu. Kamu harus semangat!” jawab mama tegas kepada Linka.
            “Iya ma, doakan untuk Linka ya ma” jawab Linka kepada mama.
            “Selalu sayang, mama sayang Linka” mama memeluk dan mencium Linka.
            “Iya, aku juga sayang mama” jawab Linka kepada mamanya.
            Setelah mengobrol dengan mamanya, Linka pun langsung ke kamarnya dan tidur. Namun tidak biasanya Linka gelisah dalam tidurnya.
            “Linka tolong...Linka...Linka...” Suara itu pun mengganggu tidur Linka. Tetapi Linka berusaha untuk tidak menanggapi hal tesebut dan kembali melanjutkan tidurnya. “Linka...Linka tolong...Linka...” suara itu semakin sering terdengar dan semakin jelas terdengar di telinga Linka. Dan tiba- tiba Linka merasakan ada yang membelai wajahnya.
            “AAAAAAAA!!!!!” Linka pun tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya. Mendengar suara teriakan Linka, mama pun langsung berlari menghampiri Linka.
            “Linka, apa yang terjadi sayang?” tanya mama panik
            “Linka mimpi buruk ma” jawab Linka sambil menanggis dan memeluk mamanya.
            “Yasudah, mungkin kamu belum baca doa sebelum tidur tadi” jawab mama. Linka pun masih menanggis di pelukan mamanya. “Yasudah, sekarang kamu tidur sama mama dulu ya” kata mama. Dan Linka pun tidur dengan mamanya.

***
            Hari pengumuman kelulusan pun tiba, Linka berangkat ke sekolah dengan hati yang berdebar debar. Sesampainya di sekolah Linka langsung ke kelas dan tidur di bangkunya karena kurang tidur akibat kejadian menyeramkan kemarin malam.
            “Hey, tidur mulu!” Juliana menepuk pundak Linka.
            Linka tersentak kaget “ah kamu Jul mengagetkan  ku saja” jawab Linka  kesal kepada Juliana.
            “Haha marah, emang kemarin tidak tidur kamu?” jawab Juliana menggoda Linka
            “Tidur lah!” jawab Linka kesal.
            Juliana adalah teman Linka. Perempuan berkulit hitam ini adalah teman yang baik bagi Linka. Tapi Linka sering merasa kesal terhadap Juliana karena Juliana adalah perempuan yang usil.
            Tiba-tiba guru Linka pun memasuki kelas. Tidak beberapa lama kemudian guru Linka pun membagikan map-map yag berisi pengumuman kelulusan dan hasil nilai. Linka pun menerima map tersebut dan langsung membuka map tersebut. Linka pun senang, karena ternyata dia lulus dengan nilai yang memuaskan. Linka pun tidak sabar memberi tahu mamanya tentang semua ini.
Sesampainya di rumah
            “Mama mama!” Linka teriak mencari  mamanya.
            “Kenapa sayang?” tanya mama menghampiri Linka
            Linka terdiam sejenak dan memeluk mamanya “Linka lulus ma” jawab Linka kepada mamanya.
            “Alhamdulillah, selamat ya sayang” jawab mama senang kepada Linka.
            “Oh iya ma, nilai Linka juga bagus ma” sambut Linka senang
            “Wah, sini mama liat” mama menanggapi Linka. “Wah, selamat ya sayang, kalau seperti ini pasti kamu bisa masuk SMA Bhakti Mulya, kamu mau kan?” tanya mama
            Linka terdiam “Emm gimana ya ma, iya ma Linka mau kok masuk sana, mama dulu juga sekolah di sana kan?”
            “Iya sayang, oleh karena itu mama semangat agar kamu masuk sana” jawab mama
            Linka merasa ada maksud lain mamanya ingin memasukan dia ke SMA Bhakti Mulya “Baiklah ma, Linka ikut saja” jawab Linka. Linka pun segera membersihkan diri dan makan.
***
            Tahun ajaran baru pun telah tiba, dan Linka pun telah memasuki jenjang SMA. Akhirnya ia pun bersekolah di SMA Bhakti Mulya. Tidak hanya Linka saja yang bersekolah di sana, teman dekat Linka Juliana pun bersekolah di sana.
            Seiring berjalannya waktu, Linka pun mulai mempunyai banyak teman di sana. Linka pun merasa senang bersekolah di SMA Bhakti Mulya. Tapi Linka pun sering merasakan hal-hal yang janggal di sekolah itu, seperti bayangan di lab biologi, suara-suara aneh yang sering terdengar oleh nya dan masih banyak lagi. Tetapi hal tersebut tidak membuat Linka gundah untuk bersekolah dan berprestasi di sana.
            Suatu hari Linka sedang pergi ke kantin dengan teman-temannya. Tapi Linka ingin pergi ke toilet.
            “Hey teman-teman aku ke toilet dulu ya untuk cuci tangan” kata Linka kepada teman-temannya
            “Haha, iya Lin jangan lama-lama ya” kata teman-temannya.

            Sesampainya di toilet Linka pun berdiri di depan cermin dan mencuci tangannya yang kotor. Tetapi, tidak di sangka tiba-tiba lampu di toilet pun padam. Linka terdiam sejenak. Tak lama kemudian Linka pun mendengar langkah kaki dari bagian toilet yang lain. “Linka..Linka..Linka..” Begitulah suara yang membuat tubuh Linka diam seketika. “Suara yang sama seperti dalam tidurku” pikir Linka. Linka pun memberanikan diri untuk melihat ke arah cermin di depannya. Tetapi saat ia kembali melihat cermin, ia melihat sesosok bayangan perempuan dari kejauhan. Linka pun tersentak kaget, tapi ia tidak sanggup berteriak dan pergi dari sana. “Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?” itulah pertanyaan di dalam hati Linka. Linka terus mengamati bayangan itu dari jauh. “Linka..Linka..Linka..” suara itu semakin jelas terdengar dan Linka semakin yakin suara itu berasal dari bayangan tersebut. Wajah Linka pun semakin pucat. Bayangan itu semakin mendekati Linka dengan cepat. Semakin lama bayangan itu menjadi sesosok perempuan dan
            “Linka! Kok kamu aku panggil gak nyaut si? Aku takut tau tadi tiba-tiba mati lampu, terus tadi aku melihat kamu ada di sini, makanya aku manggil-manggil kamu, eh kamu diam saja” Dan ternyata bayangan tersebut adalah Juliana.
            “Ihhhh...” kata Linka kesal kepada Juliana. Linka pun segera meninggalkan toilet dan kembali kepada teman-temannya.
            Tidak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi, Linka kembali belajar besama teman-temannya. Tetapi entah kenapa Linka masih terbayang dengan kejadian di toilet tadi. ”Ah dasar Juliana, tapi apakah tindakan ku tadi menyakitkan hati Juliana?” kata Linka menyesali perbuatannya terhadap Juliana tadi.
            Setelah jam 3, bel pulang pun berbunyi. Setelah merapikan buku-bukunya Linka pun berniat untuk meminta maaf kepada Juliana. Akhirnya Linka pun sampai di kelas Juliana. Linka pun langsung mencari Juliana, tetapi Juliana tidak juga terlihat.
            “Apa Juliana sudah pulang ya?”Itulah pertanyaan di dalam hati Linka.
Linka pun langsung bertanya kepada teman Juliana.
            “Toyib” teriak Linka kepada Toyib teman satu kelas Juliana “Yib Juliana dimana ya?” tanya Linka           
            “Oh Juliana, maaf Lin Juliana tidak masuk dari minggu lalu, aku dengar kabar dia sakit Lin” Kata Toyib teman Juliana.
            Linka pun terdiam sejenak dan tersentak kaget saat melihat papan absensi yang bertuliskan Juliana sakit.
***

TAMAT

No comments:

Post a Comment