Gue isen bikin cerpen misteri.. baca yak. walaupun kata temen temen gue sereman film Dora ketimbang cerpen gue -_-
cekidiw!!!
LINKA
SMA Bhakti Mulya
adalah sekolah yang sangat hebat di masanya. Sekolah ber arsitektur Belanda
kuno ini mencapai masa jaya nya pada
tahun 1978. Namun masa jaya sekolah ini tidak bertahan cukup lama. Pristiwa
kebakaran besar di sekolah ini pada tahun 1979 membuat nama Bhakti Mulya menjadi
terbilang angker di mata masyarakat setempat
dan menjadi sedikit peminatnya. Penyebab kebakaran itu pun masih misterius
sampai sekarang. Banyak desas desus yang
yang mengalir tentang penyebab kebakaran sekolah ini. Ada yang
mengatakan kebakaran itu terjadi karena konsleting listrik hingga ada yang
mengatakan bahwa ada beberapa oknum yang
sengaja membakar sekolah tersebut karena tidak suka dengan kejayaan SMA Bhakti Mulya. Namun itu dulu, seiring
berjalannya waktu SMA Bhakti Mulya mampu menemukan kejayaannya kembali,
walaupun masih banyak orang sekitar yang tidak ingin sekolah di sana karena
peristiwa kebakaran tersebut.
***
33 Tahun kemudian
Linka
adalah seorang gadis cantik yang berumur 15 tahun. Linka adalah anak tunggal di
keluarga nya. Di kehidupannya, Linka hidup bersama mamanya. Ya, Linka adalah
anak yatim. Papa Linka meninggal di saat Linka kecil, namun anehnya setiap
Linka bertanya kepada mamanya tentang kematian papanya mama Linka pun tidak
pernah menjawab dan terkadang langsung mengalihkan pembicaraan. Walaupun Linka
biasa dengan hal tesebut, namun sesungguhnya rasa penasaran yang sangat besar
ada di dalam hatinya.
Tahun ini
Linka sudah ingin memasuki jenjang SMA. Linka senang sekali karena ia tidak
sabar ingin memakai seragam putih abu-abu namun di sisi yang lain, hati Linka
pun masih gundah dengan penyebab kematian papanya.
“Linka!”
mama Linka menepuk pundak Linka dan membuat Linka kaget. “Kenapa kamu melamun
seperti itu?” tanya mama kepada Linka.
“Ma,
tidak kok ma, Linka hanya..” jawab Linka ragu.
“Hanya
apa Lin? Apa kamu ada masalah? Cerita saja pada mama” jawab mama Linka.
“Emmm,
sebenarnya Linka masih penasaran ma dengan papa” Linka menjawab pertanyaan
mamanya dengan ragu-ragu.
Mama
Linka pun terdiam sejenak “Sudahlah, tidak ada yang perlu kamu pikirkan tentang
papa. Biarkanlah, karena mama yakin papa sudah tenang di alam sana”
“Iya
ma Linka tau kok” Linka pun sudah menyadari bahwa mamanya tidak akan menanggapi
rasa penasarannya.
“Oh
iya, apakah kamu sudah ada sekolah tujuan Lin?” tanya mama.
“Belum
ma, Linka binggung. Aku saja masih takut dengan nilai-nilai ku besok” jawab
Linka.
“Oalah,
jangan takut Lin, yang terpening kan kita sudah berusaha keras agar nilai mu
baik. Oh iya, kamu mau tidak masuk SMA Bhakti Mulya?” mama bertanya kepada
Linka dengan semangat.
“Hah,
SMA itu kan seram ma” jawab Linka
“Halah,
tidak kok, itu hanya gosip saja. Lagi pula sekolah itu kan bagus, dan setau
mama tahun kemarin angka kelulusan nya 100%” jawab mama kepada Linka.
Linka
binggung harus menjawab apa lagi “ya terserah mama deh, bila mama yakin itu
yang terbaik untuk Linka kenapa tidak?” jawab Linka ragu-ragu.
“Iya
Lin, percaya deh pasti kamu akan suka dan mendapat prestasi di sana” jawab mama
semangat.
Linka
binggung, tidak seperti biasanya mama semangat seperti itu tentang masalah
sekolah “Iya ma, itu juga kalau nilai Linka cukup untuk masuk ke sana” jawab
Linka
“Pasti
cukup Lin! Jangan pepsimis seperti itu. Kamu harus semangat!” jawab mama tegas
kepada Linka.
“Iya
ma, doakan untuk Linka ya ma” jawab Linka kepada mama.
“Selalu
sayang, mama sayang Linka” mama memeluk dan mencium Linka.
“Iya, aku
juga sayang mama” jawab Linka kepada mamanya.
Setelah
mengobrol dengan mamanya, Linka pun langsung ke kamarnya dan tidur. Namun tidak
biasanya Linka gelisah dalam tidurnya.
“Linka
tolong...Linka...Linka...” Suara itu pun mengganggu tidur Linka. Tetapi Linka
berusaha untuk tidak menanggapi hal tesebut dan kembali melanjutkan tidurnya.
“Linka...Linka tolong...Linka...” suara itu semakin sering terdengar dan
semakin jelas terdengar di telinga Linka. Dan tiba- tiba Linka merasakan ada
yang membelai wajahnya.
“AAAAAAAA!!!!!”
Linka pun tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya. Mendengar suara teriakan
Linka, mama pun langsung berlari menghampiri Linka.
“Linka,
apa yang terjadi sayang?” tanya mama panik
“Linka
mimpi buruk ma” jawab Linka sambil menanggis dan memeluk mamanya.
“Yasudah,
mungkin kamu belum baca doa sebelum tidur tadi” jawab mama. Linka pun masih
menanggis di pelukan mamanya. “Yasudah, sekarang kamu tidur sama mama dulu ya”
kata mama. Dan Linka pun tidur dengan mamanya.
***
Hari
pengumuman kelulusan pun tiba, Linka berangkat ke sekolah dengan hati yang
berdebar debar. Sesampainya di sekolah Linka langsung ke kelas dan tidur di
bangkunya karena kurang tidur akibat kejadian menyeramkan kemarin malam.
“Hey,
tidur mulu!” Juliana menepuk pundak Linka.
Linka
tersentak kaget “ah kamu Jul mengagetkan ku saja” jawab Linka kesal kepada Juliana.
“Haha
marah, emang kemarin tidak tidur kamu?” jawab Juliana menggoda Linka
“Tidur lah!”
jawab Linka kesal.
Juliana
adalah teman Linka. Perempuan berkulit hitam ini adalah teman yang baik bagi
Linka. Tapi Linka sering merasa kesal terhadap Juliana karena Juliana adalah
perempuan yang usil.
Tiba-tiba
guru Linka pun memasuki kelas. Tidak beberapa lama kemudian guru Linka pun
membagikan map-map yag berisi pengumuman kelulusan dan hasil nilai. Linka pun
menerima map tersebut dan langsung membuka map tersebut. Linka pun senang,
karena ternyata dia lulus dengan nilai yang memuaskan. Linka pun tidak sabar
memberi tahu mamanya tentang semua ini.
Sesampainya di rumah
“Mama
mama!” Linka teriak mencari mamanya.
“Kenapa
sayang?” tanya mama menghampiri Linka
Linka
terdiam sejenak dan memeluk mamanya “Linka lulus ma” jawab Linka kepada
mamanya.
“Alhamdulillah,
selamat ya sayang” jawab mama senang kepada Linka.
“Oh
iya ma, nilai Linka juga bagus ma” sambut Linka senang
“Wah,
sini mama liat” mama menanggapi Linka. “Wah, selamat ya sayang, kalau seperti
ini pasti kamu bisa masuk SMA Bhakti Mulya, kamu mau kan?” tanya mama
Linka
terdiam “Emm gimana ya ma, iya ma Linka mau kok masuk sana, mama dulu juga
sekolah di sana kan?”
“Iya
sayang, oleh karena itu mama semangat agar kamu masuk sana” jawab mama
Linka merasa
ada maksud lain mamanya ingin memasukan dia ke SMA Bhakti Mulya “Baiklah ma,
Linka ikut saja” jawab Linka. Linka pun segera membersihkan diri dan makan.
***
Tahun
ajaran baru pun telah tiba, dan Linka pun telah memasuki jenjang SMA. Akhirnya
ia pun bersekolah di SMA Bhakti Mulya. Tidak hanya Linka saja yang bersekolah
di sana, teman dekat Linka Juliana pun bersekolah di sana.
Seiring
berjalannya waktu, Linka pun mulai mempunyai banyak teman di sana. Linka pun
merasa senang bersekolah di SMA Bhakti Mulya. Tapi Linka pun sering merasakan
hal-hal yang janggal di sekolah itu, seperti bayangan di lab biologi,
suara-suara aneh yang sering terdengar oleh nya dan masih banyak lagi. Tetapi
hal tersebut tidak membuat Linka gundah untuk bersekolah dan berprestasi di
sana.
Suatu hari
Linka sedang pergi ke kantin dengan teman-temannya. Tapi Linka ingin pergi ke
toilet.
“Hey
teman-teman aku ke toilet dulu ya untuk cuci tangan” kata Linka kepada
teman-temannya
“Haha, iya
Lin jangan lama-lama ya” kata teman-temannya.
Sesampainya
di toilet Linka pun berdiri di depan cermin dan mencuci tangannya yang kotor. Tetapi,
tidak di sangka tiba-tiba lampu di toilet pun padam. Linka terdiam sejenak. Tak
lama kemudian Linka pun mendengar langkah kaki dari bagian toilet yang lain.
“Linka..Linka..Linka..” Begitulah suara yang membuat tubuh Linka diam seketika.
“Suara yang sama seperti dalam tidurku” pikir Linka. Linka pun memberanikan
diri untuk melihat ke arah cermin di depannya. Tetapi saat ia kembali melihat
cermin, ia melihat sesosok bayangan perempuan dari kejauhan. Linka pun
tersentak kaget, tapi ia tidak sanggup berteriak dan pergi dari sana. “Ya
Allah, apa yang harus aku lakukan?” itulah pertanyaan di dalam hati Linka. Linka
terus mengamati bayangan itu dari jauh. “Linka..Linka..Linka..” suara itu
semakin jelas terdengar dan Linka semakin yakin suara itu berasal dari bayangan
tersebut. Wajah Linka pun semakin pucat. Bayangan itu semakin mendekati Linka
dengan cepat. Semakin lama bayangan itu menjadi sesosok perempuan dan
“Linka!
Kok kamu aku panggil gak nyaut si? Aku takut tau tadi tiba-tiba mati lampu,
terus tadi aku melihat kamu ada di sini, makanya aku manggil-manggil kamu, eh
kamu diam saja” Dan ternyata bayangan tersebut adalah Juliana.
“Ihhhh...”
kata Linka kesal kepada Juliana. Linka pun segera meninggalkan toilet dan
kembali kepada teman-temannya.
Tidak
lama kemudian, bel masuk pun berbunyi, Linka kembali belajar besama
teman-temannya. Tetapi entah kenapa Linka masih terbayang dengan kejadian di
toilet tadi. ”Ah dasar Juliana, tapi apakah tindakan ku tadi menyakitkan hati
Juliana?” kata Linka menyesali perbuatannya terhadap Juliana tadi.
Setelah jam
3, bel pulang pun berbunyi. Setelah merapikan buku-bukunya Linka pun berniat
untuk meminta maaf kepada Juliana. Akhirnya Linka pun sampai di kelas Juliana.
Linka pun langsung mencari Juliana, tetapi Juliana tidak juga terlihat.
“Apa Juliana
sudah pulang ya?”Itulah pertanyaan di dalam hati Linka.
Linka pun langsung bertanya kepada teman Juliana.
“Toyib”
teriak Linka kepada Toyib teman satu kelas Juliana “Yib Juliana dimana ya?”
tanya Linka
“Oh Juliana,
maaf Lin Juliana tidak masuk dari minggu lalu, aku dengar kabar dia sakit Lin”
Kata Toyib teman Juliana.
Linka
pun terdiam sejenak dan tersentak kaget saat melihat papan absensi yang
bertuliskan Juliana sakit.
***
TAMAT

















